Cara Kabur Dari Pinjaman Online Ilegal, Beserta Risikonya

Menghilangkan Jejak Dari Pinjol Ilegal

Berbagai cara kabur dari pinjaman online ilegal dengan menghilangkan jejak sering dilakukan orang. Risikonya mungkin terbersit dalam pikiran mereka yang terjebak dalam pinjol (pinjaman online) ilegal, namun tetap dilakukan.

Hanya saja, apakah dapat lari dari masalah tersebut tanpa harus membayar angsuran? Kenyataannya memang mungkin hanya saja nasabah mesti menanggung risiko yang mungkin terjadi.

Risiko Kabur Dari Pinjaman Online Ilegal

Memang beberapa sumber mengatakan bahwa pinjaman online ilegal tidak usah dibayar, tapi tentu tetap ada konsekuensi yang menyertai. Berikut risiko bila nasabah tak mau membayar utang kepada pinjaman online ilegal:

1. Akumulasi denda tinggi

Pinjol ilegal sebagaimana pemberi utang pada umumnya bakal memberlakukan denda apabila nasabah terlambat melunasi angsuran. Nilai denda itu boleh jadi begitu besar, sebab tak mengikuti acuan yang diputuskan Otoritas Jasa Keuangan.

Di samping denda, pengguna pinjaman online ilegal pun dikenai bunga yang otomatis makin menggunung. Bunga dan denda yang mesti dikeluarkan dapat melampaui 100 persen dari pokok utang.

Untuk contoh jika nasabah berutang uang sebesar Rp. 1 Juta kemudian terlambat melunasinya hingga 3 bulan berturut-turut otomatis total yang mesti dibayarkan bisa sampai Rp. 3 Juta atau malah lebih besar lagi.

Itulah karakteristik yang berbeda dari pinjol resmi dengan ilegal. Peraturan pinjol legal yang berada di bawah Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) sudah menentukan jika biaya pinjaman paling banyak sesudah 90 hari yaitu 100% dari pokok utang.

2. Debt Collector yang selalu meneror

Pihak penagih utang yang diperintahkan oleh perusahaan pinjol ilegal itu dapat saja berbuat sewenang-wenang ke nasabah yang tak mau melunasi angsuran.

Debt collector tentu memiliki banyak cara dalam menagih. Umumnya lebih dulu merek menagih dengan menghubungi melalui Hp atau WA. Apabila masih tak juga membayar maka debt collector akan meneror nasabah misalnya mengancam bakal menelepon seluruh nomor kontak yang tersimpan dalam hp kemudian menyebarkan data pribadi ke umum.

Jika terus tak mau melunasi utang biasanya debt collector bakal menagih dengan mendatangi ke alamat rumah yang tercatat ketika mengajukan utang. Pihak penagih utang boleh jadi menyita aset apabila masih tak mau membayar utang.

Segala cara tentu akan dijalankan hingga utang dibayarkan plus bunga maupun denda yang makin menumpuk. Untuk menghindari akibat tidak membayar pinjaman online ini, Anda bisa laporkan ke OJK jika perilaku penagih utang sudah kelewat batas.

3. Mengancam melaporkan ke kepolisian

Kendati tak terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan, akan tetapi pinjol ilegal tetap berani mengancam mempolisikan nasabah yang tak mau bayar. Kendati cuma sebatas ancaman, akan tetapi tidak sedikit nasabah yang menjadi takut dan tak tenang.

Boleh jadi kejadian itu akan dialami. Karena nasabah pun salah sebab sudah memperoleh utang yang kewajibannya adalah mengembalikan.

Bisa saja kemudian diterapkan semacam dispensasi dari pihak pinjaman online apabila memang nasabah memiliki niat kuat ingin membayar utang. Hendaknya pula tak menghindar apabila dihubungi pihak penagih utang.

Sebaiknya bermusyawarah supaya nasabah bisa memperoleh diskon bunga maupun denda  yang akan membuat total yang mesti dibayarkan tak terlampau tinggi.

Cara Kabur Dari Pinjaman Online Ilegal

Sesudah nasabah memahami risiko bila memang tak mau membayar angsuran pinjol ilegal, lantas adakah cara supaya tetap tak membayar? Pasti ada yaitu melarikan diri dengan mengabaikan seluruh kewajiban yang mesti dilunasi.

Berikut 3 cara kabur dari pinjol ilegal:

1. Ganti Nomor HP

Untuk nasabah yang ingin kabur dari teror debt collector yang terus menerus menagih, tak ada cara lain selain pindah rumah lalu mengganti nomor HP. Dengan menghilangkan jejak dari pinjaman online ilegal, pihak debt collector tak dapat lagi menghubungi dan mendatangi langsung ke alamat tempat tinggal yang tercatat dalam aplikasi pinjol tidak resmi itu.

2. Pindah Rumah

Bilamana nasabah memang memilih langkah itu maka usahakan tempat tinggal baru itu cukup jauh dari rumah kerabat atau teman. Karena pihak penagih utang  boleh jadi akan mendatangi rumah dari kerabat atau teman yang akan membuat persoalan malah bertambah runyam. Namun memang nasabah kemanapun mereka pergi akan terus terbayang-bayang jika memang masih memiliki utang kendati dapat kabur dari pinjol ilegal.

Beruntunglah perusahaan pinjaman online ilegal itu tak tercatat dalam daftar OJK dengan begitu nasabah tak akan dimasukkan dalam daftar blacklist BI Checking atau Slik Otoritas Jasa Keuangan. Sebab jika sudah dimasukkan di daftar blacklist pastinya riwayat kreditnya bakal jelek yang menyebabkan pengajuan kredit ke bank maupun kredit yang lain langsung ditolak.

3. Ajukan Permohonan Keringanan

Sebaiknya dipertimbangkan dengan matang sebelum berusaha kabur. Sebaiknya lebih dulu mengajukan permohonan keringanan pembayaran agar tak perlu mengambil tindakan kabur dari keharusan melunasi utang.

Begitu nasabah berhasil melunasi utang di pinjaman online ilegal, maka untuk ke depannya jangan sekali-kali mengulanginya lagi atau akan menghadapi masalah yang lebih serius.

Hendaknya memang tak kabur dari keharusan melunasi utang pinjol, apakah itu yang tak resmi maupun yang resmi. Soalnya nama baik nasabah akan dipertaruhkan untuk masalah yang satu ini. Kabur dari pinjaman online ilegal memang cukup gampang, akan tetapi nama baik nasabah yang akan menjadi taruhan.

Mengapa Pinjol Ilegal Diminati?

Berbagai risiko mungkin saja dialami jika peminjam mencoba kabur dari pinjaman online tak resmi. Kemungkinan itu pastinya akan merugikan diri sendiri dan orang lain yang masih ada. Sangat dianjurkan agar mempertimbangkan dengan cermat saat akan mengajukan utang ke pinjol tak resmi.

Banyak kasus para peminjam pinjol ilegal yang berujung fatal. Para nasabah itu tak tahu pasti berapa besarnya bunga utang yang dikenakan. Namun biasanya besarnya suku bunga pinjaman online ilegal bisa berkali-kali lipat dibanding pinjaman online resmi umpamanya Home Credit,  Akulaku Dana Tunai, dan Rupiah Cepat.

Kendati paham risiko yang akan dihadapi, akan tetapi masih banyak orang yang nekat utang ke pinjaman online ilegal. Pertimbangannya yaitu gampangnya penarikan dana ditambah syarat-syarat tak memberatkan.

Berkat fasilitas yang diperoleh, oleh karena itu tidak sedikit masyarakat yang mengesampingkan besarnya bunga kredit yang membengkak jika terlambat melunasi angsuran.

Umumnya pinjaman online ilegal akan cair dalam waktu yang tak lama dari waktu pengajuan. Siapa yang tak tertarik dengan tawaran utang yang prosedurnya sangat mudah itu. Terlebih jika memang nasabah sedang membutuhkan dana cepat.

Kendati semestinya prosedur pengajuan pinjol resmi membutuhkan waktu satu hari lebih sebab ada mekanisme verifikasi yang agak rumit. Berlaku standar tersendiri dalam menentukan apakah calon nasabah layak memperoleh utang atau tidak. Lazimnya lebih dulu dicek riwayat utangnya dari layanan SLIK OJK atau juga dari BI Checking.

Hanya saja dalam kasus pinjol ilegal pasti mekanisme verifikasi yang diterapkan tak sama. Umumnya pinjaman online tak resmi akan segera menyerahkan dana pinjaman tanpa lebih dulu mengecek riwayat kredit.

Pihak regulator dalam hal ini OJK pun senantiasa melakukan operasi pemberantasan praktik pinjaman online ilegal. Namun masih banyak pinjol gadungan yang masih menjalankan usahanya memakai brand berbeda, meski dengan model bisnis tak berubah.

7 tanggapan pada “Cara Kabur Dari Pinjaman Online Ilegal, Beserta Risikonya”

  1. jatu angga dwi prasetya

    saya gagal bayar di pijol ilegal, dan data saya sudah disebarluaskan, berapa lama mereka akan menyebar data itu

  2. Saya terlilit pinjol.dan ssuami saya tidak tau utang saya.saya sangat takut diterir.tapi situasicsaya sekarang susah.besok sudah jatuh tempo.bagaimana jalan keluarnya tolong dibantu.saya punya pinjaman di bank pemerintah takut nama saya jelek di bi cecking.

  3. Saya mau niat baik bayar dan bermusawarshsama DC,
    Eh mlah membuat praturan sendiri, maen sebar data pribadi saya, apah saya hrus bayar,
    Sedang kn data pribdi saya udah d sebar kmna mna,
    Saya pun ngga diam hal sperti ini,
    Saya lngsung tlpon blik, saya suruh datang ke rumah, klau mau d bayar,

  4. Tiati bro berurusan ama pinjol, contoh nyatanya nih di Home credit, internalnya aja dah busuk, gmn luarnya ? Yudif surya HOD nya tukang ngarang cerita fitnah org, gk segan dia ngarang cerita fitnah org depan anak buahnya & HRBP, berurusan ama mreka harus rajin nyatet supaya bisa jadi bukti kalh difitnah ama mreka.

  5. Saya pinjam uang di pinjol ilegal semua kontak yang saya simpan di hp saya dapat mereka temukan terus mereka menyebar luaskan mengirimkan pesan ke semua kontak saya kalw saya ada hutang di mereka mereka juga menagih dengan bahasa kasar jujur saya sakit hati saya sudah membayar tpi itu tidak bisa mengembalikan nama baik saya karena mereka sudah mengirimkan pesan 1 persatu kontak di hp saya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *