Lompat ke konten

Cara Mencairkan Bitcoin ke Rupiah

bitcoin ke rupiah

Terkadang Bitcoin perlu dicairkan ke rekening rupiah di bank lokal karena masih banyak penjual yang hanya menerima pembayaran berupa uang fiat. Bingung caranya? Simak penjelasan di artikel ini.

Cara Mencairkan Bitcoin ke Rupiah

Anda bisa menukar BTC menjadi fiat, berapapun jumlahnya dan apapun mata uangnya. Untuk melakukannya, Anda bisa memilih beberapa opsi yang ada saat ini, sesuai dengan preferensi dan situasi, antara lain melalui layanan exchange crypto atau eksternal wallet, transfer Peer-to-Peer (P2P) dan melalui ATM Bitcoin Withdrawal.

Berikut cara mencairkan Bitcoin ke Rupiah:

1. Melalui Exchange Crypto

Ikuti langkah di bawah ini jika ingin menguangkan BTC Anda melalui platform exchange:

  1. Buka rekening atau akun di layanan exchange broker crypto pilihan Anda. Pastikan bahwa layanan ini terdaftar, diatur dan diawasi Bappebti untuk menghindari transaksi yang melanggar hukum. Proses pembukaan akun meliputi Registrasi dan Upload scan atau foto kartu identitas (KTP, SIM, Paspor) disertai foto diri
  2. Agar akun atau rekening dapat digunakan untuk melakukan kegiatan jual beli dalam layanan, maka Anda harus menyetor dana sebagai deposit. Setoran minimum biasanya berbeda pada masing-masing exchange. Untuk menyetor dana, Anda bisa memanfaatkan cara transfer bank, virtual account, dan e-wallet.  
  3. Tambahkan atau masukkan Bitcoin ke wallet akun Anda sehingga informasi saldo Bitcoin dan nilai konversi Rupiahnya dapat ditampilkan. 
  4. Selanjutnya Anda bisa menjual Bitcoin terhadap uang fiat, pilih pair (BTC/IDR) untuk menjual Bitcoin ke Rupiah. Jual Bitcoin sesuai pilihan order, bisa Market Order atau Limit Order sesuai preferensi Anda. Saat penjualan berhasil, Anda akan menerima saldo hasil penjualan yang bisa digunakan untuk membeli crypto lainnya, atau ditransfer ke rekening pribadi atau layanan dompet digital.
  5. Selanjutnya transfer saldo tadi melalui menu withdraw, baik ke rekening atau ke dompet digital. Untuk transfer ke rekening, silakan input nomor rekening, nama dan bank lokal tujuan (harus bank terdaftar di Indonesia). Sementara untuk transfer ke dompet digital (DANA, OVO, GoPay), cantumkan pula rekening bank yang terhubung ke dompet digital yang jadi tujuan withdraw. 

Ada hal yang juga perlu untuk Anda ketahui bahwa masing-masing layanan exchange memiliki ketentuan tersendiri terkait batas jumlah penarikan. Beberapa layanan yang menerapkan batasan ini antara lain:

  • Indodax; minimal withdraw Rp 100.000 dengan limit withdraw ke rekening pribadi Rp 200.000.000 per harinya.  
  • Pintu; minimal withdraw Rp. 50.000 tanpa batas penarikan untuk hari kerja (Senin-Jumat). Sementara saat weekend dan libur nasional, limit penarikan Rp 200.000.000 untuk tiap pengguna.
  • Rekeningku; minimal withdraw Rp 30.000 dengan batas penarikan Rp 500.000.000 per harinya.
  • Luno; minimal withdraw Rp 50.000 dengan limit penarikan sesuai level akun: level 1 (tidak bisa deposit maupun withdraw), level 2 (withdraw Rp 25.000.000 per bulan) dan level 3 (tanpa limit withdraw) 

Selain halnya batasan tentang withdrawal di atas, ada pula ketentuan terkait besaran biaya withdraw yang juga perlu diperhitungkan pada saat akan mencairkan Bitcoin ke Rupiah. Setiap layanan exchange menerapkan biaya yang berbeda, berikut ini beberapa contoh di antaranya: 

  • Indodax; withdraw di atas Rp 5 juta dikenai biaya 0,5%, namun jika kurang dari Rp 5 juta dikenai biaya sebesar Rp 25.000.
  • Pintu; biaya untuk withdraw dihitung flat, yaitu Rp 4.500 saja.
  • Rekeningku; biaya withdraw dihitung 0,5% dari jumlah withdraw, namun minimal biaya untuk withdrawal sebesar Rp 7.500.
  • TokoCrypto; biaya untuk withdraw dihitung flat, yakni Rp 5.500.
  • Luno; biaya untuk withdraw dihitung flat, yakni Rp 15 ribu.

Perlu diketahui bahwa permintaan withdraw ini biasanya diproses maksimal hingga 1 hari kerja. Jika disetujui, proses transfer yang mirip transfer antar rekening bank ini hanya memerlukan waktu 5-10 menit saja hingga uang diterima. 

2. Melalui Transfer Peer-to-Peer (P2P)

Jika Anda enggan menggunakan opsi pertama di atas, atau menginginkan transaksi yang lebih pribadi, bisa mempertimbangkan opsi transfer Peer-to-Peer (P2P). Transaksi yang dilakukan satu pihak ke pihak lain ini menawarkan opsi yang lebih aman karena tidak melibatkan perantara lainnya. Transaksi P2P ini pada umumnya terbagi ke dalam 2 macam, yaitu:

  1. Anda mengirimkan sejumlah Bitcoin ke pihak kedua. Kemudian, ia mengirim nominal setara dalam mata uang Rupiah ke akun atau rekening Anda
  2. Anda mengirim sejumlah Bitcoin ke pihak kedua. Kemudian ia mencairkan Bitcoin tersebut secara langsung dan memberikan uang tunai ke rekening bank lokal Anda

Transaksi P2P ini memang bisa dikatakan lebih mengutamakan privasi, karena kemungkinan besar pihak kedua tetap mendapatkan fee atas jasanya sehingga tidak bisa dikatakan lebih murah dibanding cara pertama di atas. 

Tak hanya privasi, keunggulan pada mekanisme ini juga dimungkinkan dengan adanya layanan escrow. Layanan ini memastikan keamanan transaksi karena transfer BTC hanya dapat dinyatakan selesai jika penjual menyatakan telah menerima pembayaran. Menariknya lagi, dengan cara ini maka tidak ada batasan transaksi atau limit harian. 

Namun perlu diingat pula bahwa walaupun terkesan lebih aman dan mengutamakan privasi, Anda pun tetap harus secara cermat, teliti dan hati-hati sebelum melakukan transaksi P2P ini. Sebelum bertransaksi, pastikan Anda sudah memeriksa siapa pihak kedua yang menjadi lawan transaksi Anda. Tentu saja, hal ini bertujuan untuk menekan risiko kecurangan yang bisa saja terjadi.

3. Melalui ATM Bitcoin Withdrawal

Mesin ATM Bitcoin (BTM) ini sendiri disebut-sebut sebagai penemuan unik yang mampu meningkatkan efisiensi transaksi. Menurut berita yang beredar, mesin BTM ini sudah tersedia di Indonesia yaitu di Jakarta dan Bali. Namun perlu diingat pula bahwa transaksi melalui BTM ini dikenai biaya layanan yang patut dipertimbangkan.

Awalnya, mesin ATM BTC ini diperkenalkan di Vancouver, Canada pada Oktober 2019 silam. Saat ini, mesin ini hanya beroperasi di negara yang sudah sangat terbuka terhadap adopsi Bitcoin di mana banyak kemungkinan orang membelanjakan Bitcoin mereka di toko-toko, tempat makan ataupun di bandara.

Cara kerja dari mesin ATM Bitcoin ini sebenarnya hampir mirip dengan transaksi ATM konvensional. Apabila Anda berkunjung ke negara yang memiliki ATM Bitcoin, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk mencairkan Bitcoin.

  1. Pada tampilan layar BTM, silakan Anda pilih Withdraw Cash
  2. Setelah itu, silakan input jumlah Bitcoin yang ingin dicairkan ke Rupiah
  3. Scan QR Code yang tampil di BTM untuk melakukan transfer Bitcoin dari wallet milik Anda
  4. Setelah itu, lakukan pencairan Bitcoin ke dalam Rupiah tunai   
  5. Silakan tunggu sampai transaksi Anda berhasil diproses

Kesimpulan

Dari ketiga opsi di atas, opsi melalui layanan exchange bisa jadi pilihan yang mudah untuk mengubah BTC menjadi Rupiah. Namun demikian, tak menutup kemungkinan pula Anda memilih opsi P2P yang memiliki karakteristik unik, sementara BTM belum banyak tersedia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.