Lompat ke konten
Daftar Isi
ForexIMF leaderboard banner ads.

Perbedaan Menabung dan Investasi, Lebih Baik Yang Mana?

Perbedaan Menabung dan Investasi

Hemat pangkal kaya, sebuah peribahasa yang tentunya sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Sejak kecil, Anda dan saya tentunya pasti sudah sering disuruh untuk menabung. Biasanya, bukan untuk jadi kaya, tetapi untuk mempersiapkan masa depan dan biar uang saku tidak habis untuk jajan. 

Tapi dalam beberapa tahun ini ada istilah lain yang digunakan untuk menerapkan hemat pangkal kaya. Istilah tersebut adalah investasi. Bahkan disebut-sebut investasi bisa membuat kita kaya dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan menabung biasa. Apakah itu benar? Dan apa sih perbedaan menabung dan investasi itu?

Perbedaan Menabung dan Investasi

Meskipun mirip, namun nyatanya menabung dan investasi adalah dua hal yang berbeda. Berikut ini perbedaannya:

Definisi

Menabung adalah kegiatan menyisihkan sebagian pendapatan atau uang jajan untuk mempersiapkan kebutuhan di masa depan. Ada dua instrumen yang bisa Anda manfaatkan untuk menabung, yaitu celengan dan bank. 

Sementara investasi adalah proses mengorbankan sebagian sumber daya demi untuk mendapatkan keuntungan di masa depan. Sumber daya disini tidak melulu uang, tetapi juga bisa waktu, dan tenaga. Jadi, bisa dikatakan kalau investasi tidak hanya membeli saham, reksa dana atau instrumen keuangan lainnya, tetapi juga termasuk mengorbankan uang, tenaga dan waktu untuk sekolah atau meningkatkan skill. 

Hasil

Hasil tabungan kurang lebih sama dengan jumlah uang yang Anda kumpulkan untuk ditabung. Misalnya, setiap bulan Anda menabung Rp100.000. Maka dalam satu tahun uang tabungan Anda ya terkumpul kurang lebih Rp1.200.000. Kalaupun kurang, mungkin cuma beberapa ribu untuk biaya administrasi bank. Tabungan di bank memang menawarkan suku bunga, namun umumnya suku bunga tabungan perbankan tidak lebih besar dibandingkan keuntungan investasi.

Di sisi lain, hasil investasi bisa lebih besar atau lebih kecil dibandingkan uang yang Anda setorkan per bulannya. Sebab dalam investasi, Anda berpeluang untuk mendapatkan keuntungan berupa capital gain dan dividen, sekaligus berpeluang untuk mendapatkan kerugian berupa capital loss.

Jaminan

Menabung memiliki jaminan atas kemungkinan kehilangan dana. Sementara investasi tidak ada lembaga yang memberikan jaminan.

Simpanan di bank, baik itu berupa tabungan maupun deposito dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Kecuali jika nilai simpanan tersebut lebih dari 2 miliar rupiah. Di sisi lain, investasi dalam bentuk apapun tidak ada jaminan. 

Risiko

Menabung lebih aman daripada investasi karena tabungan di bank dijamin oleh pemerintah.

Adanya kemungkinan kerugian dan tidak adanya jaminan dari LPS membuat risiko investasi relatif lebih tinggi dibandingkan risiko tabungan. Oleh sebab itu, pastikan Anda berinvestasi dengan menggunakan jasa perusahaan yang telah memiliki lisensi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk pasar modal, atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) untuk produk pasar komoditi, seperti cryptocurrency. 

Lalu bagaimana dengan investasi skill dan properti? Pastikan Anda memilih lembaga kursus dan developer dengan rekam jejak yang baik. Sebab, umumnya investasi kategori ini tidak bisa segera mendapatkan keuntungan.

Jika tidak ingin mengambil risiko tinggi, Anda sebaiknya investasi di aset berisiko rendah namun memberi keuntungan yang tidak kecil.

Lalu, apakah tabungan tidak memiliki risiko? Risiko pasti ada. Anda menabung di celengan pun pasti ada risiko kehilangan. Begitupun dengan menabung di bank. Risiko menabung di bank bisa berupa bank-nya bangkrut sehingga uang Anda tidak kembali atau suku bunga tabungan di bank tidak setara dengan inflasi. Namun risiko ini cukup kecil karena adanya jaminan dari LPS.

Akses

Perbedaan antara menabung vs investasi selanjutnya adalah akses terhadap uang. Dalam hal ini, uang tabungan lebih mudah dicairkan dibandingkan dengan uang yang diinvestasikan. Apalagi saat ini ada aplikasi mobile banking dan dompet digital, Anda tidak perlu pergi ke ATM untuk menarik uang supaya bisa dibelanjakan. 

Di sisi lain, uang yang diinvestasikan tidak selalu mudah dicairkan tergantung dengan jenis instrumen investasi. Uang di investasi di reksa dana pasar uang (RDPU) misalnya, membutuhkan waktu sedikitnya 2 hari kerja supaya bisa dicairkan. Hal ini tentu berbeda jika Anda berinvestasi properti, seperti rumah atau kos-kosan. Untuk mencairkan keuntungan investasi properti seperti ini, Anda perlu menjual kamar kos dan atau rumah yang bisa jadi membutuhkan waktu berbulan-bulan. 

Metode pengelolaan

Pernahkah Anda berpikir, apa yang dilakukan bank dengan uang tabungan Anda? Yup! Umumnya nasabah tidak memikirkan penggunaan uang mereka oleh bank karena sudah sepenuhnya percaya dengan institusi tersebut. Perlu Anda ketahui bahwasanya uang tabungan Anda di bank akan disalurkan dalam bentuk kredit oleh lembaga tersebut.

Hal ini berbeda dengan investasi. Dalam investasi (kecuali reksa dana), Anda dituntut untuk mengelola uang Anda sendiri. Akibatnya, Anda harus pandai-pandai memilih emiten, memilih instrumen investasi dan mengelolanya. 

Lebih Baik Menabung atau Investasi?

Lantas, manakah yang lebih baik, menabung atau investasi? Untuk menjawab pertanyaan ini, setidaknya Anda harus mempertimbangkan beberapa hal berikut:

Kegunaan

Investasi lebih baik menggunakan uang dingin atau sebagian pendapatan yang memang sengaja disisihkan untuk investasi. Adapun tabungan cocok digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kebutuhan mendesak atau kebutuhan dalam jangka pendek. 

Likuiditas

Seperti yang disebutkan di atas, umumnya aset investasi lebih susah untuk dicairkan dibandingkan dengan tabungan. Akibatnya, Anda harus pandai menyusun preferensi investasi atau tabungan sesuai dengan kebutuhannya. 

Keuntungan dan risiko

Manakah yang lebih Anda inginkan? Mendapatkan keuntungan tambahan alias passive income, atau menghindari risiko? Jika Anda ingin mendapatkan passive income, maka investasi lebih baik. Tapi kalau Anda ingin terhindar dari risiko, maka menabung lebih cocok untuk dilakukan. 

Karena beberapa perbedaan dan faktor di atas, banyak orang yang melakukan investasi dan menabung sekaligus sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya, dengan menyiapkan dana darurat di tabungan dan investasi reksa dana untuk mempersiapkan pernikahan dalam 2 atau 3 tahun kedepan. Dengan demikian, ketika ada kebutuhan, orang tersebut bisa mengakses dana daruratnya dengan lebih mudah. 

Tips Membagi Uang Untuk Menabung dan Investasi

Umumnya, persentase uang yang dialokasikan untuk menabung dan investasi adalah sebesar 10%-20% dari pendapatan. Oleh sebab itu, tidak jarang jumlah alokasi dana untuk dua hal ini cukup terbatas. Lantas, bagaimana cara untuk membagi  10%-20% tersebut untuk tabungan dan investasi sekaligus? Berikut ini beberapa tipsnya:

  1. Tentukan tujuan dan kegunaan. Misalnya, dana darurat masuk tabungan, persiapan dana pensiun ke investasi. 
  2. Tentukan target jangka panjang dan jangka pendek. Contoh, target jangka panjang untuk dana darurat minimal Rp5.000.000. Oleh sebab itu target jangka pendek untuk menyiapkan tabungan ini adalah sebesar Rp200.000 per bulan. Tujuannya supaya Anda tahu berapa nominal uang yang harus masuk tabungan dan berapa yang harus masuk investasi.
  3. Taruh pada kantong yang berbeda. Misalnya, investasi menggunakan aplikasi A, tabungan memakai aplikasi B. Tujuannya supaya tidak tercampur antara uang tabungan dan investasi. 
  4. Manfaatkan fitur autodebet. Biar Anda tidak bingung, saat ini sudah ada fitur autodebet yang disediakan oleh pihak bank maupun aplikasi investasi untuk secara otomatis menyisihkan uang Anda dan memasukkannya pada tabungan atau investasi. 

Tabungan dan investasi adalah dua proses yang ditujukan untuk mempersiapkan masa depan. Penting bagi seorang individu untuk membedakan keduanya sesuai dengan tingkat kebutuhan.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *