Lompat ke konten

Cara Investasi Saham Jangka Panjang: 7 Hal Penting

Cara Investasi Saham Jangka Panjang

Investasi jangka panjang adalah investasi yang dilakukan untuk keperluan yang akan datang dalam waktu 5 tahun kedepan atau lebih. Banyak pihak yang mengatakan bahwa saham adalah instrumen investasi yang cocok untuk jangka panjang. 

Hal ini ada benarnya, mengingat indeks harga saham gabungan (IHSG) cenderung menguat dalam jangka waktu lima tahun atau lebih. Dalam periode 2017-2022 ini saja indeks harga saham ini berhasil naik lebih dari 17%. Belum lagi apabila Anda menilik perkembangan nilai IHSG dalam periode yang lebih panjang lagi.

Namun, untuk sukses dalam investasi jangka panjang ada beberapa hal penting yang patut Anda perhatikan dan pertimbangkan. Berikut ini 7 hal penting diantaranya:

1. Tentukan Tujuan dan Disiplin

Tips yang pertama adalah menentukan tujuan, periode dan target investasi. Ketiga hal ini akan membantu Anda dalam banyak hal mulai dari menentukan instrumen investasi yang tepat, menentukan besaran investasi bulanan hingga membantu Anda untuk tetap disiplin. 

Tidak dapat dipungkiri bahwasanya akan ada banyak godaan investasi selama 5 tahun atau lebih periode investasi berlangsung. Misalnya, Anda berinvestasi untuk biaya pernikahan 5 tahun ke depan. Selama 5 tahun tersebut pasti ada saja kebutuhan atau keinginan yang mendorong Anda untuk menggunakan uang investasi tersebut. 

Selama tidak mendesak, seperti untuk biaya rumah sakit atau kebutuhan sangat darurat lainnya, usahakan untuk tidak menggunakan dana investasi biaya pernikahan tersebut. Sebab, hasil investasi tersebut baru akan maksimal jika Anda tidak mengambilnya sama sekali dalam 5 tahun kedepan.

2. Pilih Saham Dengan Strategi Terbaik

Anda harus memilih saham terbaik karena orientasi keuntungan yang Anda inginkan adalah keuntungan jangka panjang. Saham terbaik itu adalah saham yang telah Anda pilih menggunakan berbagai indikator teknis dan fundamental terbaik. Saham terbaik bukan saham yang direkomendasikan oleh pihak-pihak tertentu, apalagi influencer. 

Apabila Anda mendapatkan rekomendasi saham jangka panjang dari seorang influencer atau sumber lainnya (termasuk situs ini), pastikan Anda menganalisis kondisi teknis dan fundamental saham tersebut terlebih dahulu sebelum membelinya. Sebab, ada kalanya preferensi dan hasil analisis seseorang berbeda dengan orang lainnya, sehingga apa yang baik bagi orang lain belum tentu baik untuk Anda.

3. Abaikan Fluktuasi Harga

Hal lain yang bisa mengganggu kedisiplinan Anda dalam berinvestasi jangka panjang adalah fluktuasi harga. Perlu diingat bahwasanya dibandingkan dengan instrumen lain, seperti obligasi dan reksa dana, saham adalah instrumen dengan tingkat fluktuasi dan risiko jangka pendek. Oleh sebab itu, instrumen ini hanya cocok untuk investasi jangka pendek bagi investor atau trader yang sudah ahli di bidangnya. 

Selain itu, fokus investasi Anda adalah keuntungan jangka panjang dan bukan mengambil keuntungan jangka pendek atau menghindari kerugian jangka pendek. Oleh sebab itu, fluktuasi harga jangka pendek bisa Anda abaikan. 

Fluktuasi harga tersebut bisa Anda jadikan pertimbangan apabila:

  1. Harga saham dalam beberapa minggu berturut-turut menyentuh auto rejection bawah (ARB) yang ditetapkan oleh BEI atau;
  2. Harga saham tersebut dalam beberapa periode terus menyentuh level cut loss yang Anda tetapkan. 

Hal ini penting sebab, sebuah saham masih memiliki kemungkinan periode bearish yang panjang seberapa matang pun analisis yang telah Anda lakukan.

4. Lakukan Diversifikasi

Tips yang keempat adalah membeli beberapa saham sekaligus untuk 1 tujuan. Contohnya, untuk biaya pernikahan dalam 5 tahun kedepan Anda membeli saham perusahaan A, perusahaan B dan perusahaan C, yang mana perusahaan A,B dan C bergerak di industri yang berbeda-beda. 

Tujuannya adalah supaya ketika ada saham yang harganya sedang turun, portofolio yang Anda miliki tidak rugi banyak karena masih ada keuntungan dari saham lain yang harganya tidak turun atau bahkan sedang naik dalam waktu yang bersamaan. Sebagai efek sampingnya, Anda tidak perlu khawatir kalau portofolio sedang merah. 

Saat memilih kombinasi saham ini, Anda bisa memilih value stock atau growth stock atau kombinasi di antara keduanya. Value stock adalah saham bagus yang harganya sedang turun (diskon), sementara growth stock adalah saham yang Anda perkirakan akan naik harganya di masa depan. 

5. Sisihkan, Jangan Sisakan

Selain dari hal-hal teknis saham dan pasar modal itu sendiri, salah satu kunci sukses investasi saham jangka panjang adalah dari sisi manajemen keuangan. Boleh dibilang, hasil investasi tidak akan maksimal apabila Anda tidak bisa menyisihkan uang bulanan Anda dan hanya bergantung pada sisa uang tersebut. 

Hal ini karena nantinya jumlah uang yang Anda investasikan tidak akan konsisten, apalagi meningkat. Sebab, pasti banyak kebutuhan atau keinginan bulanan yang seolah harus dipenuhi dan tidak bisa ditunda. Oleh karena itu, pastikan kebutuhan sehari-hari dan alokasi dana darurat diri dan keluarga Anda terpenuhi saat menyisihkan uang untuk investasi saham jangka panjang. 

Dengan demikian, besaran dana investasi yang Anda kirimkan akan konsisten atau bahkan lebih sehingga hasil yang akan didapat pun bisa lebih maksimal. Karena hal ini, tidak heran apabila beberapa pihak menyebutkan bahwa individu yang bisa konsisten berinvestasi cenderung memiliki kemampuan mengatur uang yang cukup bagus. 

6. Evaluasi Hasil Investasi Secara Berkala

Salah satu faktor yang bisa membuat seorang investor terkena fear of missing out (FOMO) adalah ketika dia sering mengecek aplikasi online trading miliknya dengan tidak terjadwal entah itu hanya karena iseng atau memang ingin tahu. 

Anda memang mungkin belum bisa menjadi seorang sleeping investor, namun mengecek aplikasi trading secara mendadak bisa membuat Anda terkena sindrom FOMO dan pada akhirnya mengambil keputusan yang tidak logis. 

Sebagai solusinya, Anda bisa mengevaluasi hasil dan strategi investasi Anda secara terjadwal entah itu seminggu sekali atau sebulan sekali. Dengan demikian, apapun hasil investasi tersebut Anda tetap akan memprosesnya secara logis dan kegiatan investasi Anda tidak akan mengganggu jadwal Anda sehari-hari. 

7. Terus Belajar

Pergerakan harga saham dipasar tidak bisa diprediksi sepenuhnya. Guna analisis teknis dan fundamental adalah untuk membantu mempersempit kemungkinan salah prediksi tersebut. Ini juga berarti akan ada banyak faktor di luar aspek teknis dan fundamental yang akan Anda pelajari saat investasi saham jangka panjang.

Hal baru ini mulai dari cara menganalisis aspek fundamental dan teknikal terbaru sampai berita-berita terkini mengenai instrumen investasi tersebut. Dengan terus belajar hal baru, Anda bisa terhindar dari hal-hal yang merugikan sekaligus bisa mendapatkan keuntungan.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.