Lompat ke konten

Cara Scalping Saham Untuk Pemula

Cara Scalping Saham Untuk Pemula

Scalping adalah salah satu gaya trading yang menarik untuk dijajaki. Orang yang mempraktekkan gaya trading ini disebut dengan scalper Dalam gaya trading yang satu ini, scalper diminta untuk memegang instrumen yang dimilikinya hanya dalam kisaran menit saja lalu menjualnya ketika selisih harga mulai terlihat. 

Oleh karena itu, umumnya potensi keuntungan dalam setiap perdagangan yang dilakukan scalper kecil, kecuali apabila scalper tersebut mengimbanginya dengan memperbanyak jumlah aset yang dibeli dan dijual. Jadi, tidak heran kalau strategi ini akan lebih maksimal kalau trader punya uang banyak. 

Namun demikian hal ini bukan berarti kalau trader pemula tidak bisa melakukan gaya trading ini. Berikut ini step-step cara scalping saham untuk pemula:

1. Mulai Dari Swing Trading

Langkah yang pertama adalah mulai trading secara bertahap menggunakan gaya swing trading terlebih dahulu. Alasannya adalah, periode perdagangan seorang swing trader lebih lama dibandingkan dengan scalper dan gaya yang satu ini tidak membutuhkan waktu untuk menghadap komputer terus menerus. 

Manfaatnya adalah:

  1. Trader bisa memupuk pengalaman trading. 
  2. Trader bisa meningkatkan skill analisis teknikal selama periode trading berlangsung. Hal ini penting sebab, scalping membutuhkan analisis teknikal yang komprehensif dibandingkan analisis fundamental. 
  3. Swing trading bisa membantu trader untuk menentukan jam, strategi, jenis instrumen dan hal-hal teknis lainnya. 

2. Siapkan Peralatan dan Perlengkapan Trading

Kalau sudah latihan menggunakan gaya swing trading, trader bisa mulai mempersiapkan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk scalping. Peralatan dan perlengkapan tersebut, seperti:

  1. Komputer dengan kapasitas tinggi dan koneksi internet yang bagus. Scalper dituntut untuk selalu on screen ketika perdagangan berlangsung, sehingga dia membutuhkan komputer dan internet berkualitas tinggi.
  2. Trading plan. Karena scalping adalah gaya trading dengan jangka waktu yang sangat pendek, penting bagi trader untuk menyiapkan trading plan yang berisi instrumen apa saja yang diincar, berapa harganya, berapa target keuntungan dan maksimum loss-nya dan bagaimana strateginya. 
  3. Aplikasi yang sekiranya membantu eksekusi strategi dalam trading plan, seperti aplikasi screening saham, aplikasi bandarmology dan lain sebagainya. 
  4. Siapkan jam persiapan dan eksekusi trading. Karena harus on screen dalam setiap perdagangan, seorang scalper juga lebih rawan risiko kelelahan, ngantuk, tidak fokus atau bahkan FOMO. Oleh sebab itu, penting bagi seorang trader untuk menyiapkan jam trading. Tujuannya adalah supaya ketika jam trading tersebut dimulai, trader bisa membuka perdagangan dengan emosi yang stabil dan fisik yang segar. 

3. Scalping Dengan Meminimalisir Risiko

Boleh dibilang kalau scalping adalah salah satu gaya trading dengan risiko tertinggi. Sebab, trader dituntut untuk bisa ahli dalam analisis teknis, trading dalam kondisi stabil dan segar bugar dan biasanya yang dipilih adalah instrumen dengan tingkat volatilitas tinggi. Sebagai pemula, risiko ini bisa ditekan dengan cara:

  1. Mulai dengan modal minim. Dengan demikian, kalau rugi jumlahnya tidak akan terlalu banyak sampai membuat trader kapok trading. 
  2. Jangan menggunakan leverage atau margin terlebih dahulu.
  3. Jangan melakukan transaksi short selling terlebih dahulu. 
  4. Menggunakan uang dingin. Tujuannya supaya kerugian dalam dunia trading tidak merembet menjadi kerugian di dunia nyata. 
  5. Meskipun instrumen yang dipilih tergolong memiliki volatilitas tinggi, namun setiap instrumen memiliki tingkat potensi volatilitas setiap instrumen juga akan berbeda. Risiko scalping forex tentunya berbeda dengan scalping saham karena secara instrumen, forex cenderung lebih volatil dibandingkan saham. Artinya, untuk meminimalisir risiko, sebaiknya Anda scalping saham dulu baru forex. 
  6. Jangan lupa memasang stop loss pada aplikasi trading. Stop loss digunakan untuk meminimalisir risiko kerugian apabila harga instrumen bergerak ke arah yang berlawanan dengan perkiraan trader.

4. Terus Update Berita Ekonomi

Salah satu faktor yang bisa mendorong peningkatan tingkat volatilitas harga sebuah instrumen adalah adanya berita baik positif maupun negatif mengenai instrumen tersebut. Misalnya, pasar forex yang cenderung volatil setelah pengumuman non farm payroll (NFP). 

Dalam konteks saham, berita ekonomi ini bisa berupa berita yang terkait saham terkait atau industrinya. Contohnya, bursa komoditas dunia menerapkan harga komoditas yang lebih tinggi, maka saham perusahaan komoditi, seperti sawit dan hasil tambang kemungkinan akan bergejolak. 

Meskipun demikian sebaiknya Anda juga hati-hati supaya terhindar dari saham gorengan. Saham gorengan adalah saham yang memiliki volatilitas tinggi akan tetapi, volatilitas tersebut tidak alami, melainkan disebabkan oleh oknum-oknum trader tertentu untuk keuntungan mereka sendiri.

5. Terus Belajar Analisis Teknis

Karakteristik utama yang membedakan antara scalping dengan gaya trading lainnya adalah gaya trading ini lebih membutuhkan analisis teknis terhadap berbagai indikator scalping dibandingkan dengan analisis fundamental. Hal ini karena scalping memiliki jangka waktu trading yang pendek sehingga apapun yang terjadi pada aspek fundamental tidak akan terlalu berpengaruh. 

Masalahnya adalah, ada banyak indikator teknis yang perlu dipelajari. Untungnya saat ini scalper hanya perlu memahami bagaimana cara analisis teknis tersebut bekerja dan apa maknanya dengan tanpa mengaplikasikannya secara manual, karena aplikasi trading saat ini sudah dilengkapi dengan berbagai indikator scalping otomatis. 

Solusinya adalah scalper harus tetap mempelajari analisis teknis. Saat ini banyak sumber yang bisa digunakan untuk mempelajari hal ini, mulai dari komunitas, artikel di internet, webinar, video YouTube dan masih banyak lainnya. 

6. Disiplin dan Konsisten

Disiplin dan konsisten adalah salah satu kunci untuk mendapatkan kesuksesan trading. Dengan disiplin, Anda tidak akan mudah tergoda FOMO, menerapkan keputusan trading yang di luar nalar hingga tetap terus belajar.

Untuk membangun kedisiplinan dan konsistensi memang membutuhkan waktu. Oleh sebab itu, scalping sebaiknya diawali secara bertahap dengan swing trading untuk membangun kedua hal ini dan bertahap menggunakan uang kecil supaya trader tidak kapok. Karena, walau bagaimanapun trading dan investasi sama seperti bisnis lainnya, perlu waktu untuk sukses dan pasti ada naik turunnya.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.