Lompat ke konten
Daftar Isi
ForexIMF leaderboard banner ads.

Reksa Dana Pendapatan Tetap: Pengertian, Keunggulan, Risiko, Jangka Waktu

Apa Itu Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa Dana Pendapatan Tetap memberikan keseimbangan antara potensi keuntungan dan risiko. Karena ditempatkan pada aset yang lebih aman, Reksa Dana Pendapatan Tetap memiliki potensi keuntungan yang lebih rendah dari Reksa Dana Pendapatan Saham namun lebih tinggi dibandingkan Reksa Dana Pasar Uang.

Berikut penjelasan lengkapnya.

Pengertian Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah jenis reksa dana yang sebagian besar alokasi investasinya digunakan untuk membeli obligasi atau surat-surat utang yang dapat memberikan pendapatan tetap. Surat utang yang dimaksud dapat berupa surat utang pemerintah maupun korporasi yang akan mencapai waktu jatuh tempo lebih dari 1 tahun.

Penamaan jenis reksa dana ini sebagai pendapatan tetap disebabkan oleh keuntungan yang bisa didapatkan dari surat utang. Pasalnya surat utang atau obligasi akan memberikan keuntungan atau bunga yang pasti dan secara rutin atau fixed income. Misalnya, imbal hasil akan diberikan setiap bulan atau 3 bulan sekali.

Alokasi Investasi Pada Reksa Dana Pendapatan Tetap

Dalam reksa dana pendapatan tetap, minimum 80% dari aset investasi akan dialokasikan untuk membeli surat utang atau obligasi.

Dalam hal ini, yang bertindak untuk melakukan kegiatan-kegiatan investasi atau memutar modal yang dimiliki oleh investor adalah manajer investasi.

Grafik alokasi investasi pada reksa dana pendapatan tetap. 93% ke obligasi dan 7% ke pasar uang.
Contoh alokasi investasi salah satu reksa dana pendapatan tetap. Alokasinya berupa ~93% ke obligasi dan ~7% ke pasar uang.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, secara sederhana mekanismenya adalah seperti berikut. Sebagai investor, Anda misalnya membeli reksa dana senilai 1 juta rupiah. Tentu saja sekuritas yang Anda pilih memiliki NAB atau nilai aktiva bersih sebesar Rp 1.040 per unitnya. Dengan demikian, Anda berarti akan memiliki 961,54 unit.

Selanjutnya uang tersebut oleh manajer investasi akan diinvestasikan kembali untuk membeli sukuk ritel yang memiliki tenor 3 tahun. Tak hanya sampai di situ, apabila nanti didapatkan kupon atau imbal hasil dan keuntungan yang didapat dari selisih harga jual dan harga beli dari penjualan sukuk ritel tersebut, hal tersebut akan kembali diinvestasikan oleh manajer investasi.

Hal itu juga dilakukan dengan tujuan untuk memaksimalkan keuntungan yang bisa didapatkan dari investasi reksa dana Anda. Maka dengan adanya penambahan investasi tersebut maka tidak heran apabila pendapatan atau keuntungan yang bisa Anda peroleh menjadi lebih banyak atau maksimal.

Contoh Reksa Dana Pendapatan Tetap

  • Manulife Obligasi Unggulan Kelas A
  • Sucorinvest Stable Fund
  • Danamas Stabil
  • ABF Indonesia Bond Index Fund
  • Schroder Dana Mantap Plus II
  • Batavia Dana Obligasi Ultima
  • BNP Paribas Prima II Kelas RK1
  • Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A
  • BNI-AM Dana Pendapatan Tetap Makara Investasi
  • Mandiri Investa Dana Syariah

Keunggulan Reksa Dana Pendapatan Tetap

Keuntungan reksa dana jenis pendapatan tetap biasanya berkisar antara 8 sampai 10 persen.

Keuntungan tersebut masih lebih tinggi daripada reksa dana pasar uang yang dalam setahunnya bisa mencapai angka 4,5 hingga 5,5 persen.

Sebagaimana teori dalam ilmu keuangan bahwa risiko yang tinggi akan memberikan keuntungan yang tinggi pula. Dengan kata lain, keuntungan berupa bunga yang didapat dari sebuah investasi akan berbanding lurus dengan tingkat risiko yang dimilikinya.

Daftar 10 reksa dana pendapatan tetap terbaik menurut barometer Bareksa, beserta return 1, 3, dan 5 tahun.
10 Reksa Dana Pendapatan Tetap terbaik menurut barometer Bareksa.

Dengan return yang cukup tinggi dan tingkat risiko yang relatif rendah, terdapat beberapa keunggulan dan kelebihan reksa dana pendapatan tetap lain yang bisa Anda dapatkan:

  1. Anda dapat memulai investasi dengan modal yang relatif kecil. Dalam reksa dana jenis pendapatan tetap yang bisa Anda beli secara online, harga terkecilnya adalah 10 ribu rupiah.
  2. Terdapat peluang untung mendapatkan keuntungan yang besar seiring dengan perkembangan harga aktiva reksa dana.
  3. Return atau imbal hasil yang didapatkan dari reksa dana tidak dikenai pajak tertentu. Hal ini berbeda dari bunga deposito, misalnya, yang dikenakan pajak PPh sebesar 20 persen.
  4. Anda bisa melakukan pencairan aset atau penarikan dana secara lebih bebas, yakni kapan saja, pada hari-hari bursa.
  5. Dana yang Anda keluarkan dikelola oleh manajer investasi terbaik yang profesional dan mendapatkan izin dari OJK atau Otoritas Jasa Keuangan.
  6. Di samping itu, salah satu faktor jaminan keamanan untuk berinvestasi di reksa dana pendapatan tetap adalah karena pengelolaannya terus diawasi dan diatur oleh OJK.

Risiko yang Harus Diwaspadai

Sebagaimana disebutkan di awal, reksa dana pendapatan tetap juga mempunyai tingkat risiko tertentu, meskipun dapat dibilang relatif kecil. Risiko inilah yang harus Anda waspadai. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Nilai unit penyertaan memiliki risiko untuk mengalami penurunan nilai yang disebabkan oleh penurunan pada harga surat utang.
  2. Terdapat risiko likuiditas di mana seorang manajer investasi akan menghadapi kesulitan untuk menyediakan uang tunai ketika terdapat banyak investor yang menarik reksa dananya dalam waktu yang berdekatan.
  3. Juga terdapat risiko wanprestasi, yakni suatu jenis risiko di mana terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang mengakibatkan turunnya harga aktiva. Dalam kondisi ini, perusahaan asuransi yang bertanggung jawab untuk memberikan dana asuransi atas kekayaan reksa dana ternyata juga mengalami keterlambatan dalam pembayaran ganti rugi. Selain itu, bisa juga perusahaan asuransi tersebut melakukan pembayaran yang lebih rendah dari nilai yang dipertanggungkan.
  4. Meskipun pengelolaan reksa dana ini diatur oleh OJK, namun untuk dana yang dimiliki oleh investor sendiri tidak mendapatkan jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS. Hal ini karena dana tersebut tidak termasuk dalam produk perbankan.

Jangka Waktu Reksa Dana Pendapatan Tetap

Jangka waktu investasi di reksa dana pendapatan tetap biasanya selama 1 sampai 3 tahun.

Dibandingkan ketiga jenis reksa dana lainnya, risiko dan jangka waktu yang dimiliki reksa dana pendapatan tetap termasuk ke dalam tingkat menengah. Hal ini karena risikonya lebih rendah daripada reksa dana saham. Akan tetapi lebih tinggi jika dibandingkan dengan reksa dana pasar uang.

Karena itulah, reksa dana fixed income dapat dianggap sesuai atau cocok bagi Anda yang ingin melakukan berinvestasi secara aman dalam jangka menengah. Selain itu, reksa dana ini juga dapat dijadikan sebagai pilihan diversifikasi investasi pada saat ekonomi masih belum stabil.

Lebih jauh, sebagian ahli keuangan memang menyarankan untuk tidak menunda untuk mencoba investasi ini. Pasalnya dengan menginvestasikan uang sedini mungkin, rencana-rencana jangka panjang seperti kepemilikan rumah, biaya pendidikan anak, dan persiapan pensiun dapat dipersiapkan dengan lebih maksimal.

Demikianlah beberapa hal yang perlu Anda ketahui dalam investasi reksa dana pendapatan tetap. Sebagai rekomendasi, Anda dapat menyisihkan 20 persen dari penghasilan atau gaji bulanan Anda untuk berinvestasi di reksa dana. Dengan investasi jangka panjang, hasil yang diharapkan akan menjadi lebih maksimal.

nv-author-image

Melvern Pradana

Melvern Pradana adalah seorang investor yang aktif menanam modal di pasar saham, cryptocurrency, P2P lending, dan reksa dana. Idolanya adalah Warren Buffett dan Peter Thiel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *