Reksa Dana Untuk Mahasiswa: Pilihan dan Tips

Investasi Reksa Dana Untuk Mahasiswa Bisa!

Meski masih berstatus pelajar, bukan tak mungkin mahasiswa berinvestasi sendiri. Investasi idealnya diawali sedini mungkin sebab manfaat yang didapat akan lebih terasa. Salah satu pilihan investasi untuk mahasiswa yang populer adalah reksa dana.

Mengapa Reksa Dana Cocok Untuk Mahasiwa?

Reksa dana cocok untuk mahasiswa karena sesuai bagi investor skala kecil atau yang tak punya waktu berlebih untuk berinvestasi. Karena tidak menyita banyak waktu, pekerjaan sampingan untuk mahasiswa tetap bisa dijalankan berbarengan.Dengan dana mulai Rp100 ribu, pemodal berkesempatan meraih gain dan juga berlatih mengelola keuangan untuk tujuan masa depan.

Uang yang dihimpun kemudian dijalankan fund manager dalam suatu portofolio. Oleh karena itu, pemodal tak usah pusing-pusing mengelola dan menghitung sendiri. Dengan modal yang cukup kecil, kalangan mahasiswa tentu tak akan keberatan menyisihkan sebagian uang sakunya untuk ditanamkan dalam reksa dana.

Kelebihan Reksa Dana Bagi Mahasiswa

Sebagai solusi murah berinvestasi bagi kalangan milenial termasuk mahasiswa, reksa dana menawarkan banyak kelebihan. Poin-poin kelebihannya yang utama seperti :

Modal Kecil

Banyak reksa dana murah untuk mahasiswa yang tersedia di pasaran. Mengawali investasi yang satu ini, para mahasiswa tak butuh dana besar, mulai dari Rp100 ribu saja.

Gampang dipahami

Selain terjangkau, reksa dana pun termasuk jenis investasi yang gampang dipahami. Untuk investor awam, mereka tinggal mencermati performa manajer investasi yang diincar untuk rentang waktu minimal dua tahun. Jika performanya bagus, artinya reksa dana itu memang bertumbuh dan layak untuk dimiliki.

Imbal hasil cukup besar

Imbal hasil (return) investasi reksa dana memang cukup tinggi bila dibanding produk bank yang lain. Imbal hasil yang diberikan dapat sampai 8-20 % per tahun. Hanya saja imbal hasil tersebut dipengaruhi oleh kelihaian manajer investasi yang mengelola dan terkadang returnnya lebih rendah dibanding indeks.

Risiko kehilangan kecil

Dalam berinvestasi tentu ada risiko kehilangan. Umpamanya berinvestasi pada emas atau rumah maka bisa saja mengalami musibah misalnya terjadi kebakaran. Tak sama dengan investasi reksa dana yang tak berbentuk fisik. Oleh karena itu, investor dapat menanamkan dananya tanpa khawatir hilangnya aset yang dimiliki.

Sangat likuid

Likuiditas merupakan keadaan dimana investasi yang dipegang dapat dicairkan dengan cepat ke uang cash. Sehingga, jika investor berstatus mahasiswa butuh uang mendadak maka tak usah was-was lagi. Sebab uang yang ditanamkan ke reksa dana dapat ditarik dalam waktu 2 hari saja dengan waktu maksimal 7 hari.

Diawasi pemerintah

Para investor tentunya menginginkan jika dana yang ditanamkan aman. Reksa dana merupakan bentuk investasi aman sebab di bawah pengawasan pemerintah yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oleh karena itu investor tak usah khawatir dengan kemungkinan terjadi  penyalahgunaan uang yang ditempatkan.

Bervariasi

Setiap orang tentu punya karakteristik berlainan untuk urusan investasi. Umumnya, ditemukan 3 macam karakter dari investor terdiri dari investor konservatif, moderat, dan investor agresif. Investor konservatif yaitu orang yang tak suka menghadapi risiko tinggi. Investor moderat yaitu memiliki keberanian yang lebih tinggi ketimbang investor konservatif. Investor agresif yaitu orang yang cukup bernyali dalam menanggung risiko atas investasi yang dilakukan. Reksa dana pun menawarkan beragam pilihan yang dapat disesuaikan dengan tipikal investor.

Pilihan Reksa Dana Untuk Mahasiswa

Seperti telah disebutkan sebelumnya, ada beberapa macam reksa dana yang dapat dipilih. Pilihan itu menggambarkan tingkat risiko yang dihadapi dan juga imbal hasil yang akan diperoleh.

Rekomendasi reksa dana untuk pemula termasuk mahasiswa tentunya yang memiliki risiko kecil meski dengan kemungkinan imbal hasil yang juga tak besar. Berikut macam-macam reksa dana itu:

Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang (money market) sangat cocok untuk mahasiswa yang baru belajar berinvestasi. Berinvestasi di pasar uang yang mempunyai jatuh tempo di bawah satu tahun. Bentuknya dapat berbentuk deposito berjangka, sertifikat deposito, Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), hingga beragam instrumen pasar uang yang lain. Gunanya yaitu mempertahankan likuiditas sekaligus pemeliharaan modal. Jika dibanding jenis lain maka risiko reksa dana ini terhitung terendah.

Reksa Dana Pendapatan Tetap

Merupakan reksa dana yang menanamkan setidaknya 80% modal berupa instrumen efek utang atau obligasi. Yang diharapkan adalah memperoleh return stabil. Namun, risiko lebih tinggi bila dibanding RDPU.

Reksa Dana Campuran

Menempatkan dana investasi yang terkumpul pada bermacam portofolio. Itu dapat berupa saham yang dipadukan dengan obligasi. Yang diharapkan yaitu peningkatan harga sekaligus pendapatan. Memiliki tingkat risiko moderat dimana potensi return yang dihasilkan cenderung lebih besar bila dibanding reksa dana pendapatan tetap.

Reksa Dana Saham

Menanamkan setidaknya 80% dana yang terkumpul pada efek ekuitas. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan peningkatan harga saham atau unit di masa mendatang. Reksa dana saham membawa risiko lebih besar dibanding semua jenis lainnya, tetapi menawarkan keuntungan yang paling tinggi. Reksa dana saham cocok untuk mahasiswa yang sudah mahir berinvestasi.

Tips Berinvestasi Reksa Dana Bagi Mahasiswa

Para mahasiswa yang mulai belajar investasi dalam reksa dana tentu akan memiliki pengalaman dan belajar dari kesalahan yang diambil. Sehingga, ketika tamat kuliah kemudian bekerja maka sudah mahir mengambil dan menjalankan investasi dengan keberhasilan yang tinggi.

Namun para mahasiswa harus paham dulu langkah-langkah mengawali investasi dalam reksa dana yaitu :

Tetapkan tujuan keuangan dalam jangka panjang

Dalam merintis investasi di bidang reksa dana, penting untuk menetapkan tujuan keuangan terlebih dulu. Tujuan finansial bisa dibedakan sesuai jangka waktu: tujuan jangka pendek: kurang dari 1 tahun; tujuan jangka menengah: antara 1 tahun hingga 5 tahun dan tujuan jangka panjang: lebih dari 5 tahun.

Rencanakan tiap tujuan sesuai jangka waktu, kemudian tentukan kebutuhan mana yang mesti diakomodasi lebih dahulu. Berbagai kebutuhan tersebut selanjutnya akan menjadi landasan ketika menyeleksi produk reksa dana yang tepat.

Kenali risiko reksa dana

Agar bisa memahami perbedaan risiko dari tiap-tiap reksa dana, para mahasiswa mesti bisa menganalisis detailnya lebih dahulu misalnya: perusahaan yang mengeluarkan instrumen efek, rekam jejak perusahaan yang ada di dalamnya, pengalaman manajer investasi yang menjalankan reksa dana itu, berbagai biaya yang timbul seperti saat menjual, membeli atau mengalihkan dimana makin rendah biaya, otomatis penghasilan kian besar.

Pilih tempat membeli

Para mahasiswa biasanya belum memiliki dana besar untuk ditanamkan. Karena itu mereka dapat mencari agen penjual efek reksa dana (APERD) yang menawarkan reksa dana dimana pembelian paling sedikit mulai Rp100 ribu. Mereka dapat membandingkan manfaat yang dapat diperoleh dari tiap-tiap reksa dana agar memperoleh gain maksimal.

Lakukan Pemesanan

Untuk melakukan pembelian, investor harus membuat rekening reksa dana. Hanya dengan menyerahkan KTP kemudian melengkapi aplikasi kelengkapan data dan memberikan beberapa dokumen. Sesudah itu investor dapat menempatkan dana yang hendak dipakai untuk membeli. Selanjutnya transaksi ditindaklanjuti sesuai Nilai Aktiva Bersih (total aset keseluruhan) per unit reksa dana.

Kalkulasi imbal hasil reksa dana

Untuk menghitung nilai aset, investor cuma perlu menghitung gain dari transaksi jual beli reksa dana sesuai nilai NAB per unit saat dibeli. Dalam menghitung imbal hasil, investor harus menghitung persentase selisih NAB per unit saat dibeli dengan NAB per unit saat dijual.

Kesimpulan

Berlatih investasi dari awal itu sangat bermanfaat bagi para mahasiswa yang ingin mewujudkan target keuangan di masa mendatang. Tak hanya bagi golongan kaya, namun kalangan mahasiswa pun membutuhkan reksa dana. Nah, ayo mulai berlatih investasi dari sekarang sehingga saat lulus kuliah dan bekerja nanti skill berinvestasi sudah mumpuni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *