Lompat ke konten

Cara Mencairkan Saham Menjadi Uang

Cara Mencairkan Saham Menjadi Uang Tunai

Salah satu tujuan utama investasi adalah menyimpan uang untuk mempersiapkan diri akan kebutuhan di masa depan. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda mengetahui cara mencairkan saham menjadi uang tunai supaya tidak perlu bingung lagi jika suatu saat perlu uang. 

Cara Mencairkan Saham Menjadi Uang

Saat ini, investasi bisa dilakukan dengan mudah melalui aplikasi dan website untuk jual beli saham yang disediakan oleh pihak perusahaan sekuritas. Setiap perusahaan sekuritas pasti menerapkan kebijakan yang berbeda untuk proses penarikan saham tersebut.

Jadi, Anda perlu mengecek kebijakan penarikan yang diterapkan oleh pihak perusahaan sekuritas yang mengelola aplikasi trading Anda.

Berikut ini cara mencairkan saham ke uang tunai secara umum:

1. Masuk ke aplikasi trading

Langkah pertama tentu saja Anda harus login ke akun aplikasi atau website trading. Ingat, username dan password yang Anda pakai untuk membuka aplikasi ini tidak boleh diberikan kepada siapapun termasuk pihak yang mengatasnamakan perusahaan sekuritas. 

2. Jual saham

Langkah kedua adalah melakukan taking profit dengan menjual aset yang Anda miliki. Langkah ini perlu dilakukan jika Anda ingin menjual salah satu saham yang Anda miliki atau menarik keuntungan dari pergerakan harga saham tersebut. 

Caranya adalah dengan masuk ke menu portofolio, lalu pilih kode saham perusahaan yang ingin dijual. Klik menu sell dan masukkan jumlah lot yang ingin dijual dan tingkat harga yang Anda inginkan lalu klik submit. 

Dana hasil penjualan aset ini akan masuk ke rekening dana nasabah (RDN) yang telah dibuat ketika mendaftar sebagai pengguna aplikasi. 

3. Cari dan pilih menu withdrawal

Jika Anda sudah menjual saham dan uang hasil penjualan telah cair ke RDN atau hanya ingin menarik uang deposito, maka Anda bisa langsung menuju menu withdrawal setelah login ke aplikasi. Ingat, hasil penjualan saham telah dikurangi dengan fee jual beli sekuritas sesuai kebijakan masing-masing perusahaan broker..

Masukkan jumlah dana yang ingin Anda ambil di kolom yang tersedia lalu klik withdraw. Dana tersebut akan dicairkan ke rekening bank yang telah didaftarkan sebelumnya pada hari yang sama atau dua hari setelahnya kecuali apabila hari tersebut hari libur maka permohonan penarikan dana akan dilakukan di hari kerja setelahnya. 

4. Lihat email verifikasi

Setelah klik submit, pihak aplikasi akan mengirimkan bukti atau verifikasi pencairan dana ke email Anda sebagai bentuk jaga-jaga jika aplikasi tersebut bukan Anda yang memegang. Email verifikasi ini juga dapat dipakai sebagai catatan kalau Anda pernah melakukan penarikan dana pada tanggal tersebut. 

5. Cek hasil transaksi di menu withdrawal history

Biasanya menu selain menu withdraw, pihak aplikasi juga menyediakan menu withdrawal history. Menu ini berisi riwayat pencairan dana yang telah Anda lakukan termasuk apakah permintaan pencairan dana tersebut gagal atau disetujui. 

Apabila Anda ingin cepat mendapatkan dana keuntungan hasil pencairan dana saham ini, sebaiknya Anda mengajukan permohonan pencairan dana di pagi hari sebelum jam 12 siang. Sebab, tidak menutup kemungkinan transaksi penjualan saham Anda akan ditolak jika pencairan dana dilakukan setelah jam 12 (tergantung aplikasi). 

6. Tunggu dana masuk ke rekening

Meskipun pihak aplikasi menjanjikan dana bisa masuk ke rekening bank Anda di hari yang sama, tapi tidak menutup kemungkinan uang hasil pencairan saham tersebut telat masuk. Bisa jadi hal ini karena:

  1. Anda mengajukan permintaan pencairan saham menjelang bursa tutup sehingga baru diurus keesokan harinya. 
  2. Hari itu adalah hari libur (weekend atau tanggal merah). 
  3. Ada masalah di sistem aplikasi Anda atau sistem perusahaan sekuritas tersebut. 
  4. Bank yang Anda gunakan berbeda dengan bank yang mengelola rekening dana nasabah Anda. Misalnya, Anda memakai aplikasi MOST dari Bank Mandiri, tapi untuk menampung dana yang Anda cairkan dari saham Anda memakai rekening Bank BRI. Tentu ada waktu dan biaya transfer tambahan yang perlu diperhitungkan. 

Selain cara menggunakan aplikasi di atas, Anda juga bisa menghubungi account officer dari masing-masing perusahaan sekuritas untuk mengajukan permohonan pencairan dana atau penjualan saham. 

Cara ini bisa Anda pakai jika Anda tidak memiliki akses untuk membuka aplikasi atau website trading. Kekurangannya adalah, jika menggunakan cara ini, Anda akan dikenakan biaya tambahan. 

Tips Menentukan Kapan Sebaiknya Saham Dijual

Sederhananya, saat terbaik untuk menjual sebuah saham adalah ketika harga per lembar saham tersebut lebih besar daripada nilai belinya. Namun, tidak menutup kemungkinan saham dijual karena alasan-alasan pribadi seperti, tidak yakin akan keuntungan saham tersebut atau investor memang sedang perlu uang. 

Terlepas dari apapun alasan Anda menjual saham yang Anda miliki saat ini, berikut ini beberapa hal yang bisa dipertimbangkan sebagai alasan mengapa Anda menjual saham tersebut:

1. Kondisi fundamental perusahaan

Tentu ketika Anda mendapati bahwa sebuah perusahaan sedang diterpa isu buruk dan menurut perkiraan Anda isu tersebut akan berlangsung cukup lama, maka yang harus Anda lakukan adalah menjual saham perusahaan tersebut. Bahkan jika Anda terpaksa mengalami cut loss. Ini ditujukan agar saham yang Anda miliki tidak ‘nyangkut’ ke perusahaan yang buruk. 

2. Kondisi teknikal harga saham perusahaan

Fluktuasi harga yang terlihat dalam kurva pergerakan harga saham seringkali memberikan sinyal kapan investor harus membeli atau menjual saham tersebut. Salah satu sinyal yang perlu Anda perhatikan adalah bearish reversal yaitu kondisi dimana kemiringan kurva saham yang sebelumnya naik dengan cukup tajam perlahan lahan melandai. Apabila terus dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan jika harga saham tersebut justru turun hingga dibawah perkiraan Anda. 

3. Ketika saham mencapai titik harga wajarnya

Salah satu teknik yang harus dikuasai oleh investor adalah teknik menentukan harga wajar sebuah saham. Investor dianjurkan untuk membeli saham yang harganya di bawah harga wajar ini. Sebab, itu artinya ada potensi kenaikan harga pada saham tersebut.

Sebaliknya, jika harga sebuah saham naik di atas harga wajarnya, investor, terutama investor pemula, disarankan untuk menjual saham tersebut untuk mendapatkan keuntungan. 

Pada tahap ini, investor disarankan perlu hati-hati untuk mengambil keputusan apakah akan tetap memegang saham tersebut atau menjualnya. Sebab, harga yang diatas wajar memang menghadirkan keuntungan yang lebih tinggi. Namun, tidak menutup kemungkinan kurva pergerakan harga saham tersebut justru melandai dan kemudian turun. 

4. Ketika total keuntungan saham lebih tinggi daripada biaya investasi

Seringkali, keuntungan sebuah saham tidak cukup banyak untuk menutupi biaya investasi seperti biaya sekuritas, biaya transfer bank, atau biaya bunga jika Anda menggunakan fasilitas leverage. Jadi, sebelum mencairkan saham pastikan Anda memperhatikan besaran biaya-biaya ini terlebih dahulu.

Hal penting lainnya adalah jangan lupa melakukan hitung return saham sebelum melaksanakan pencairan. Gunanya adalah untuk mengetahui dengan pasti selisih jumlah uang yang akan diterima dengan modal pembelian saham di awal.

Nah, itu tadi cara mencairkan saham yang dimiliki menjadi uang tunai baik melalui aplikasi, website maupun secara offline beserta tips kapan harus mencairkan saham. Mudah bukan? Selamat berinvestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.