Lompat ke konten
Daftar Isi

Tips Investasi Pakai Uang THR, Dijamin Cuan!

Tips Investasi Pakai Uang THR

Uang Tunjangan Hari Raya (THR) bisa menjadi berkah juga bisa menjadi cobaan. Uang THR bisa menjadi cobaan apabila Anda tidak mengelolanya dengan baik, sehingga habis untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Sebaliknya, uang THR bisa mendatangkan manfaat yang lebih besar apabila Anda bisa mengelolanya dengan baik. 

Salah satu cara mengelola THR dengan baik adalah dengan menggunakannya untuk investasi. Berikut ini beberapa tips investasi menggunakan uang THR baik itu uang THR Anda sendiri maupun angpao yang diterima oleh si kecil:

Uang THR sebagai Langkah Awal Memulai Investasi

Uang THR adalah aset yang cocok untuk investasi karena termasuk “uang dingin”, khususnya apabila Anda tidak memiliki kebutuhan mendesak atau utang yang harus segera dilunasi. Dengan nominalnya yang cukup besar (1 kali gaji untuk karyawan yang sudah bekerja selama 1 tahun), menggunakan THR untuk investasi harus hati-hati.

Terlebih lagi kebutuhan untuk hari raya biasanya sudah cukup besar untuk memakan uang THR. Belum lagi saat ini banyak investasi bodong yang berkeliaran di pasaran. Lalu, bagaimana cara memaksimalkan THR untuk investasi? Berikut ini pembahasannya:

Tips Investasi Pakai Uang THR

1. Sisihkan sebagian THR untuk investasi

Sama seperti alokasi biasanya, Anda juga dapat menyisihkan 10%-20% dari uang THR untuk investasi jika jumlah kebutuhan Anda besar dan 30% hingga 40% jika kebutuhan hari raya Anda terbilang kecil. Alih-alih menunggu sisa, Anda bisa langsung mengalokasikan uang tersebut untuk investasi begitu THR Anda cair. Tujuannya adalah supaya uang THR tersebut dapat dialokasikan dengan aman tanpa takut tergerus dengan kebutuhan hari raya lainnya.

Hal ini tentunya berbeda jika Anda memiliki utang atau cicilan yang harus dilunasi segera. Jika demikian, pastikan Anda menggunakan sebagian uang THR tersebut untuk melunasi utang dan cicilan ini sebelum diinvestasikan. Karena melunasi cicilan adalah hal yang wajib, sementara investasi tidak.

2. Tentukan instrumen investasi yang dipilih

Jika Anda adalah investor pemula atau investor dengan profil risiko konservatif hingga moderat, maka Anda bisa memilih instrumen rendah risiko seperti reksadana pasar uang dan obligasi, deposito atau emas. Salah satu aplikasi yang bisa Anda gunakan untuk berinvestasi rendah risiko ini adalah Livin by Mandiri. Dengan aplikasi ini, Anda bisa membeli reksadana dan deposito hanya dengan modal sebesar Rp1.000.000 saja. 

Namun jika Anda adalah investor dengan pengalaman dan skill yang memadai, serta memiliki profil risiko agresif, maka Anda bisa membeli saham. Adapun untuk mengetahui saham-saham yang berpotensi naik menjelang dan setelah hari raya, Anda bisa membaca artikel berikut ini:

Deretan Saham yang Berpotensi Cuan Jelang Lebaran

3.   Jangan lupa untuk diversifikasi investasi

Untuk memaksimalkan THR untuk investasi, Anda tidak boleh lupa untuk melakukan diversifikasi. Diversifikasi investasi bermanfaat untuk meminimalisir risiko penurunan harga instrumen investasi tersebut entah karena masalah bisnis atau kondisi pasar. Dengan demikian, keuntungan yang bisa Anda peroleh dalam investasi juga semakin besar. 

Misalnya, Anda mendapatkan uang THR sebesar Rp3.000.000, dengan Rp1.000.000 dialokasikan untuk investasi. Alih-alih masuk saham A semua, Anda bisa mengalokasikan Rp500.000 untuk saham A, Rp300.000 untuk saham B dan Rp200.000 untuk saham C dengan catatan saham A,B, dan C bergerak di industri yang berbeda. 

4. Investasi skill

Selain dapat digunakan untuk membeli berbagai instrumen investasi keuangan, uang THR juga dapat digunakan untuk meningkatkan skill Anda. Contohnya, dengan sebagian uang THR yang Anda terima dari perusahaan, Anda bisa mengikuti kursus Bahasa Inggris, sehingga kemampuan Bahasa Inggris Anda akan meningkat dan bisa digunakan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. 

Meskipun bersifat jangka panjang, namun investasi dengan cara meningkatkan skill ini terbukti menguntungkan. Misalnya, dengan mengikuti kursus Bahasa Inggris dan sertifikasi yang dibutuhkan, Anda bisa berpindah kerja menjadi interpreter atau translator apabila sudah kurang cocok dengan perusahaan tempat kerja Anda saat ini. 

Manfaat Investasi Menggunakan Uang THR

Selain aman karena merupakan uang dingin, investasi menggunakan uang THR juga memiliki beberapa manfaat, seperti:

1. Mendapatkan keuntungan tambahan

Investasi di pasar modal maupun pasar keuangan memiliki sifat compounding effect. Ini artinya, keuntungan yang Anda peroleh akan semakin besar seiring dengan semakin besar dana yang Anda investasikan dan semakin cepat Anda berinvestasi. 

Contohnya, Anda berinvestasi sebesar Rp1.000.000 dan mendapatkan imbal hasil sebesar 6% atau sebesar Rp60.000 dalam sebulan dari reksadana pasar uang. Katakanlah di bulan berikutnya, Anda menambah investasi sebesar Rp500.000 dari THR, dengan persentase keuntungan yang sama, maka Anda bisa mendapatkan untung tambahan lebih dari Rp90.000. Hal ini belum ditambah keuntungan dari dividen loh ya. 

2. Mengurangi potensi perilaku konsumtif

Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan metode belanja yang semakin mudah, banyak masyarakat Indonesia tergoda melakukan impulsive buying saat lebaran. Akibatnya, perilaku konsumerisme juga meningkat. Padahal apabila diatur dengan baik, dengan uang THR, Anda tetap bisa belanja kebutuhan lebaran dan berinvestasi dengan baik. 

3. Mengajarkan kepada si kecil cara mengatur uang

Uang Tunjangan Hari Raya biasanya tidak hanya diperoleh oleh orang yang sudah bekerja saja, tetapi juga oleh anak kecil. Bedanya, anak kecil mendapatkan uang THR ini dari saudara atau tetangga dengan kondisi ekonomi yang lebih baik. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh orang tua untuk mengajarkan kepada si kecil cara mengatur uang yang baik. 

Alih-alih hanya dengan menceramahinya saja, Anda bisa memberinya contoh (learning by doing) dengan mengajak si kecil berinvestasi menggunakan uang THR Anda sendiri atau dengan menggunakan uang THR miliknya. Dengan demikian, dia akan mengetahui cara mengelola uang sejak dini dan harapannya dapat mengatur keuangan dengan lebih bijaksana saat remaja dan dewasa nanti.

Farichatul Chusna

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *