Lompat ke konten

Cara Analisis Fundamental Saham: Panduan Lengkap

Cara Analisis Fundamental Saham

Setiap instrumen investasi pada ada nilai dari hal-hal fisik yang mendasarinya. Forex misalnya didasarkan pada kondisi perekonomian sebuah negara atau crypto yang didasarkan pada proyek teknologi apa yang sedang dibangun oleh perusahaan. 

Sama halnya dengan saham. Saham adalah instrumen investasi yang nilainya didasarkan pada hal-hal yang terjadi di dunia nyata seperti, kondisi keuangan perusahaan, kondisi perekonomian sebuah negara secara umum dan lain sebagainya. 

Sebagai seorang investor yang baik, kiranya penting bagi Anda untuk melakukan analisis fundamental ini secara menyeluruh. Berikut ini panduan lengkap cara menganalisis fundamental saham. 

Apa itu Fundamental Saham?

Menurut Schwab.com, analisis fundamental saham adalah usaha untuk memperkirakan potensi pertumbuhan nilai sebuah saham dengan cara menguji kondisi bisnis sebuah perusahaan dan ekonomi suatu negara secara keseluruhan. 

Investor umumnya menggunakan analisis fundamental saham untuk investasi jangka panjang. Sebab, biasanya saham fundamental bagus cenderung bisa bertahan sampai puluhan tahun sehingga cocok untuk investasi jangka panjang. 

Lalu, bagaimana cara menganalisis dan membaca fundamental saham? 

Cara Analisis Fundamental Saham

Dalam melihat saham yang baik atau tidak, ada tiga faktor yang harus Anda analisis yaitu: kinerja individu perusahaan yang diukur melalui berbagai indikator keuangan, kinerja sektor bisnis perusahaan tersebut, dan kondisi ekonomi suatu negara secara keseluruhan.

Ada dua pendekatan yang bisa Anda gunakan dalam menganalisis ketiga hal ini yaitu, top down analysis dan bottom up analysis. Top down analysis menguji kondisi ekonomi negara terlebih dahulu, baru sektoral dan terakhir kondisi keuangan perusahaan. Sebaliknya, dalam pendekatan bottom up, Anda harus menganalisis poin nomor 1 terlebih dahulu baru nomor 2 dan 3. 

Dalam artikel ini, penulis akan menjabarkan cara melihat saham yang bagus melalui pendekatan top down analysis:

1. Kumpulkan dan analisis data ekonomi makro

Data ekonomi makro ini penting untuk membantu memperkirakan potensi perusahaan secara umum dan menjawab pertanyaan “mengapa perusahaan tersebut rugi atau untung”. Misalnya, larangan ekspor batubara dari Pemerintah RI pada awal tahun 2022 mengakibatkan harga saham perusahaan batu bara di Indonesia naik atau kondisi pandemi yang membuat IHSG terkoreksi selama beberapa bulan. 

Adapun beberapa variabel ekonomi makro yang bisa Anda kumpulkan adalah:

  • Inflasi
  • Suku bunga
  • Pengangguran
  • Kondisi sosial dan politik sebuah negara
  • Kondisi perekonomian masyarakat internasional
  • Kebijakan fiskal pemerintah (pajak, subsidi dan lain-lain)

Anda bisa mendapatkan data 3 variabel pertama dari laman resmi Badan Pusat Statistik, sementara tiga variabel terakhir bisa diperoleh dari laman-laman berita ekonomi seperti, Bloomberg, Yahoo Finance, CNBC dan lain sebagainya. Aplikasi trading yang bagus biasanya juga sudah menampilkan berita-berita ekonomi pilihan yang bisa Anda baca. 

Kalau sudah datanya terkumpul, lantas bagaimana cara menganalisisnya? Well, untuk menganalisis keenam variabel di atas secara langsung memang membutuhkan pemahaman yang komprehensif seperti, apa itu inflasi dan dampaknya terhadap investasi atau bagaimana kondisi sosial politik sebuah negara yang buruk bisa berakibat buruk juga pada investasi. 

Jika Anda tidak memiliki pemahaman tersebut dan waktu untuk belajar, Anda bisa menggunakan jasa analis yang disediakan oleh pihak sekuritas yang Anda gunakan maupun analis dari pihak ketiga. Namun, tentu saja dengan biaya tambahan.

2. Analisis sektoral

Analisis sektoral adalah analisis yang membandingkan kinerja perusahaan dengan perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama atau perusahaan-perusahaan dalam kategori bisnis tertentu dengan ekonomi secara keseluruhan. Misalnya, perusahaan produsen makanan dan minuman serta perusahaan supermarket retail dimasukkan ke dalam kategori Fast Moving Consumers Good (FMCG)

Saat ini BEI membagi emiten ke dalam 12 sektor bisnis yaitu:

  1. Sektor energi.
  2. Sektor bahan baku.
  3. Sektor konsumen primer.
  4. Sektor konsumen non-primer.
  5. Sektor kesehatan.
  6. Sektor keuangan.
  7. Sektor property dan real estate.
  8. Sektor perindustrian.
  9. Sektor teknologi.
  10. Sektor infrastruktur.
  11. Sektor transportasi dan logistik.
  12. Sektor investasi tercatat.

Selain membagi perusahaan menjadi 12 kategori bisnis di atas, BEI juga telah membuat indeks sektoral seperti, IDXEnergy, IDXBasic dan lain-lain. Tujuan BEI adalah supaya investor tahu bagaimana perbandingan kinerja perusahaan di bidang bisnis tersebut dengan IHSG secara keseluruhan dan perusahaan apa yang terbaik di bidangnya. 

Anda dapat memperoleh data-data indeks ini pada laman resmi Bursa Efek Indonesia. Sebagai tambahan, Anda juga bisa mencari berita-berita penting tentang industri terkait di internet. Anda juga bisa menggunakan aplikasi screening saham gratis yang akan membantu menyeleksi emiten lebih lanjut.

3. Analisis keuangan individu perusahaan

Aspek terakhir dalam analisis fundamental saham yang bagus tapi tidak kalah penting adalah analisis keuangan dan manajemen individu perusahaan. Data ini akan sangat berguna dalam menentukan harga wajar saham yang ingin dibeli.

Bahan utama yang harus Anda miliki saat ingin menganalisis hal ini ada tiga yaitu:

  1. Laporan keuangan kuartalan perusahaan.
  2. Laporan tahunan perusahaan beserta laporan keuangan yang telah diaudit.
  3. Berita-berita penting mengenai perusahaan tersebut. 

Sekarang ini banyak aplikasi analisis saham yang sudah mencantumkan ketiga bahan utama analisis fundamental di atas.

Jika ketiga bahan tersebut sudah terkumpul, kini saatnya Anda menganalisis kondisi keuangan dan manajerial perusahaan. Caranya:

  1. Baca laporan keuangan perusahaan.
  2. Kumpulkan data-data penting seperti, total aset, total ekuitas, total liabilitas, pendapatan, laba dan lain-lain dari laporan keuangan perusahaan selama beberapa periode. 
  3. Gunakan data-data penting tersebut untuk menghitung berbagai indikator keuangan perusahaan seperti ROE, ROA, DER, P/E ratio, PEG ratio dan lain sebagainya. 
  4. Interpretasikan hasil analisis Anda. Untuk menginterpretasikan berbagai indikator keuangan ini memang dibutuhkan pemahaman yang komprehensif mengenai masing-masing variabel. Oleh karena itu, Anda perlu mempelajari cara membaca laporan keuangan yang baik dan cara menginterpretasikan masing-masing indikator di atas. 
  5. Setelah itu, Anda bisa membandingkan hasil analisis keuangan yang Anda lakukan untuk sebuah perusahaan dengan perusahaan lain yang bergerak di sektor yang sama. 

Adapun untuk aspek manajerial, Anda bisa mengevaluasi kinerja perusahaan dengan mempertanyakan beberapa hal berikut:

  1. Bagaimana perkembangan bisnis perusahaan/ ada produk baru atau tidak?
  2. Siapa saja orang-orang yang menduduki jabatan direktur dan komisaris di perusahaan tersebut dan bagaimana kapabilitasnya?
  3. Bagaimana cara perusahaan menghadapi krisis?
  4. Bagaimana cara perusahaan memasarkan produknya?

Jawaban dari beberapa pertanyaan tersebut mayoritas bisa Anda temukan di laporan tahunan perusahaan dan berita-berita yang beredar di internet. Aspek manajerial ini penting sebab tentunya Anda tidak ingin perusahaan tempat Anda berinvestasi dipimpin oleh orang yang tidak kapabel di bidangnya bukan?

Nah, itu tadi panduan lengkap cara analisis fundamental perusahaan. Jadi, tunggu apa lagi segera investasi di saham fundamental bagus versi Anda.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.